Yuk Simak Tips Menentukan Biaya Ekspor Barang Ke Luar Negeri

Share:

Bagi Anda yang baru memulai peruntungan dalam dunia ekspor, maka sebaiknya harus memiliki strategi yang tepat. Hal ini termasuk dalam perhitungan biaya ekspor barang ke luar negeri untuk menawarkan harga yang tepat pada pihak importir. Maka dari itu penting sekali untuk memahami perhitungan harga dan biaya ekspor secara efektif. Berikut tips yang bisa diterapkan!

 

Biaya yang Wajib Dihitung Dalam Ekspor 
1. Biaya Harga Pokok Produksi atau HPP
Untuk melakukan kegiatan ekspor, produk yang bisa dikirim dapat diproduksi sendiri atau membelinya melalui supplier. Jika Anda membeli produk dari supplier, maka biaya harga pokok produksi atau HPP dihitung berdasarkan biaya pembelian produk tersebut. Setelah itu, ditambah dengan biaya pengiriman sampai akhirnya ke gudang.


Hal ini akan berbeda jika Anda memproduksi barang itu sendiri, maka HPP dihitung berdasarkan biaya produksi. Selain itu, biayanya tersebut juga harus ditambah dengan biaya operasional pabrik. Biaya produksi ini dihitung dari total biaya bahan baku produksi, gaji pekerja dan bahan pendukung produksi barang untuk menentukan total biaya ekspor. 


2. Biaya Pengemasan Produk
Biaya ekspor barang ke luar negeri juga harus termasuk dalam biaya pengemasan barang. Disini Anda bisa memulainya dari biaya pemilihan barang atau sortiran barang dari supplier. Hal ini penting dilakukan karena barang produksi dari supplier harganya tidak sama. Kemudian, hitunglah total biaya dari pembelian packaging, upah pengemasan, hingga ongkos percetakan kemasan.


3. Bank Charge atau Biaya Pembayaran Bank
Biaya bank terjadi jika Anda memakai metode pembayaran ekspor dengan menggunakan jasa bank. Metode dalam transaksi ekspor meliputi Telegraphic Transfer atau T/T, Letter of Credit atau L/C, dan Cash Against Documents atau yang dikenal dengan CAD. Biaya metode tersebut juga bervariasi sesuai dengan negara yang dituju. 


Pembayaran ekspor dengan metode T/T akan dikenakan charge berkisar 5 sampai 10 dollar per transfer dari luar negeri. Sedangkan untuk L/C dan CAD charge yang dikenakan lebih tinggi dengan biaya 75 hingga 150 dolar per sekali proses pembayaran. Biaya ini bisa berbeda beda tergantung dari asal negara agar mengetahui total biaya ekspor barang ke luar negeri.


4. Biaya Pengurusan Dokumen Ekspor
Tidak hanya itu saja, ada juga biaya yang harus dihitung untuk ekspor, seperti pengurusan dokumen. Total harga yang harus dibayarkan tergantung dari dokumen kepengurusan yang dipilih dan menyesuaikan syarat negara tujuan ekspor. Hal ini bisa saja bersifat utama maupun tambahan tergantung kebutuhan Anda. Jadi Anda harus memahaminya dengan baik agar biaya tidak membengkak.


Biaya dokumen dokumen ekspor ini sebenarnya tidak terlalu signifikan jika diperhitungkan. Namun lain ceritanya jika sertifikat membutuhkan pemeriksaan dari laboratorium khusus. Misalnya saja untuk pengurusan COA akan dipatok dengan tarif yang mencapai beberapa ratus ribu rupiah, tergantung dari analisis yang diterapkan.


5. Biaya Lain Lainnya
Dalam ekspor juga harus memperhatikan biaya yang dikeluarkan secara periodik. Biaya ini meliputi operasional kantor dan bukan merupakan biaya proses produksi di pabrik. Sebagian komponen biaya operasional seperti, biaya sewa kantor, listrik, telepon, internet, gaji karyawan, promosi, pemasaran, dan biaya penyusutan, untuk menentukan biaya ekspor barang ke luar negeri. 


Dengan memperhitungkan semua komponen biaya ekspor, maka Anda bisa menargetkan tepat keuntungan yang diinginkan. Profit ini meliputi biaya kotor dan juga bersih dalam proses ekspor. Maka dari itu, Anda bisa menghitungnya mulai dari harga pokok produksi, pembayaran bank, pengurusan dokumen, pengemasan produk, hingga biaya lainnya.